Pada Labirin

8ff69125679f6f11f5dbc52e5ffa3597

Lalu begini, aku tak hendak membuatmu bingung sepagi ini. Hanya saja kita seperti bermain dalam sebuah labirin, berputar-putar pada arah yang mengarah pada ketiadaan. Seandainya kau tahu maksudku, dinding labirin ini begitu tinggi untuk kupanjat seorang diri dan bersamamu setapak demi setapak adalah pilihan yang kupunya. Aku menikmati setiap detik bersamamu, setiap langkah yang kita ambil bersama, dan terkadang meskipun salah, kita akan selalu tertawa. Puluhan putaran sudah, hingga kita mulai beretorika tentang perasaan yang kita sangsikan dan perbedaan yang tak pernah kita rencanakan.

Kemudian kita memilih berjalan berlawanan arah, kau ke kanan dan aku ke kiri. Labirin ini membuatku gila! Perjalanan yang harusnya tak ku keluhkan, sebuah pelajaran tentang mencari atau ditemukan. Entah siapa yang terlebih dahulu bertemu, kau pada mataku atau aku pada matamu. “Labirin ini terlalu sempit kurasa” kataku untuk mengatasi kecanggungan,  “Atau langkah kita yang terlalu lebar hingga kita kembali dipertemukan?” terdengar suara teduhmu mengawali percakapan. Mungkin saja, langkah kaki ini terlalu sukar kita sangkal, semua kembali pada irama yang semesta ajarkan : hidup bukan hanya tentang sebuah tujuan, tapi juga sebuah perjalanan (*)

Advertisements

Inside Out – Kebahagiaan Itu Butuh Upaya

pixar

Jika kita perhatikan dari alur ceritanya, Inside Out merupakan sebuah film yang sederhana. Film ini bercerita tentang perkembangan Riley dari bayi hingga usia 11 tahun, perpindahannya ke rumah dan sekolah yang baru dan bagaimana cara ia beradaptasi. Namun film ini tidak sesederhana yang kita pikirkan,  Docter mengemasnya dengan sangat jitu;  ia menambahkan 5 karakter yang tak lain adalah emosi dasar yang telah dimiliki Riley sejak lahir : Joy (Kebahagiaan), Sadness (Kesedihan), Fear (Ketakutan), Disgust (Perasaan Jijik), dan Anger (Ketakutan). Tentu saja semuanya berperan penting dalam kehidupan Riley, seperti dengan adanya Fear membuat Riley lebih berhati-hati dan waspada dan Disgust yang membuat Riley mengenali makanan apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Riley tumbuh dalam keluarga yang harmonis sehingga meskipun semua emosi dasarnya bekerja dengan baik, Joy tetaplah mendominasi. Peran Joy sebagai pembuat kebahagiaan bagi Riley terlihat sangat jelas ketika ia berusaha melakukan segala sesuatu agar Riley tetap berpikiran positif bahkan Joy tak mengijinkan Sadness mendekat ke dalam pusat kendali emosi. Sebagai bukti kuat, Joy membuat beberapa pulau kepribadian dalam diri Riley yang berisikan kenangan-kenangan indah dalam kehidupan Riley. Joy ingin Riley selalu bahagia, namun adakah yang salahkah dengan sikap Joy?

Semua orang ingin merasa bahagia dan terus memelihara pemikiran positif mereka apapun yang terjadi. Esensi dari berpikir positif yang selama ini kita kenal adalah menghalau perasaan-perasaan negatif dari dalam pikiran kita. Namun ada hal yang seringkali kita abaikan bahwa tak selalu ingatan yang dibawa oleh Sadness akan bermuara ke hal-hal yang negatif. Kesedihan mempunyai caranya sendiri untuk menguatkan dan kesedihan tak boleh diabaikan karena ia memiliki peran penting dalam emosi setiap orang.  Suara dari kesedihan mungkin terdengar satir dan sarat dengan kekalahan, pembuat kebahagiaan- Joy dalam otak kita pasti akan mencari seribu cara agar kita tidak didominasi olehnya. Lalu kita mulai menampilkan ingatan yang menyenangkan dan mulai terbesit keinginan untuk mengulangi kembali kejadian dalam ingatan tersebut, hal itulah yang dinamakan motivasi diri. Motivasi bisa kita didapatkan dari mana saja, dari olahraga yang kita senangi, makanan favorit kita dan bahkan motivasi bisa kita dapatkan dari sebuah kesedihan.

Kesedihan disini bukan memaksudkan sebuah depresi, karena depresi itu sendiri merupakan akumulasi kesedihan yang menimbulkan stress berkepanjangan. Kesedihan identik dengan air mata, perasaan abstrak karena berbagai sebab, lalu bagaimana kesedihan dapat memotivasi kita? Ahli Biokimia, Dr William Fret di Ramsey Medical Center, Minneapolis mengungkapkan bahwa hormon stress dapat dikeluarkan hanya melalui air mata dan dengan mengeluarkan air mata emosional akan membantu kita memproduksi hormon endorfin yang seringkali disebut sebagai “hormon kebahagiaan”. Seperti Riley, kita pun mempunyai pusat kendali emosi kita sendiri. Kita yang mengendalikannya dan kita jugalah yang akan menuai manfaatnya. Jika kita membiarkan Fear, Anger dan Disgust betah berlama-lama dalam pikiran pastinya itu akan mengacaukan hidup kita, namun sebaliknya milikilah emosi yang seimbang. Tak ada salahnya menangis jika kita ingin menangis, membiarkan kesedihan hinggap sebentar lalu memotivasi diri kita dengan serangkaian hal positif setelahnya. Melalui kesedihan kita dapat mengenali arti dari sebuah keluarga, cinta dan persahabatan dan melalui kesedihan jugalah kita mengerti bahwa kebahagiaan adalah hal berharga yang harus kita upayakan.

Apa Yang Membuat Saya Bahagia Hari Ini?

Simple-Happiness-Quote-1920x1080-hd-wallpaper

Motivasi itu seperti sarapan pagi, komposisinya pun sama -ringan namun menguatkan. Saya mulai membiasakan diri untuk menyantap setidaknya satu artikel yang aroma positifnya sanggup mengobarkan semangat saya untuk menjalani hari dengan sukacita. Ada saatnya headline koran yang setiap hari kita baca hanya menambah tumpukan kekhawatiran, berita pembunuhan, pembegalan, pemerkosaan . Itu semua memang terjadi di dunia tempat dimana kita tinggal, tetapi lingkup permasalahan sosial yang terlalu lebar terkadang menghantui lingkup kecil otak kita yang hanya ingin “berbahagia”. Seringkali saya bertanya pada diri saya sendiri “Apa yang akan membuat saya bahagia hari ini?”. Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline? Makan siang dengan menu istimewa? Banyak hal-hal kecil yang tanpa kita sadari membuat syaraf di otak kita berhenti tegang dan rileks.

Menyadari kemampuan otak kita yang tak terbatas membuat kita ingin melakukan banyak hal sesegera dan secepat mungkin. Bahkan saya memacu diri saya (yang sebenarnya memberikan tekanan ke otak) untuk mengikuti beberapa kursus sepulang kerja. Tekanan demi tekanan untuk mencapai sesuatu seringkali melupakan eksistensi saya di dalam lingkungan dimana saya tinggal. Saya mulai menarik diri dan terlihat acuh tak acuh kepada orang-orang disekitar saya.  Fokus saya saat itu hanya pencapaian saya, disitulah saya mulai menyadari keegoisan mulai menjalar di dalam pikiran saya. Saya sama sekali tidak bahagia dalam pencapaian saya setiap harinya karena semua syaraf di dalam otak saya tegang dan tidak sanggup berpikir secara jernih. Tidak memperhitungkan kelelahan yang saya dapati, saya hanya terus memaksakan otak saya memakan makanan keras tanpa sebuah motivasi dan meditasi.

Memiliki motivasi di dalam kehidupan secara seimbang, akan membawa kita ke dalam pencapaian keinginan-keinginan positif yang membangun. Motivasi menyeimbangkan pikiran dan emosi kita, seperti halnya sebuah meditasi, ketenangan dan pengetahuan tentang hal-hal baru akan meregenerasi hal-hal buruk di dalam diri kita yang perlu diperbaiki setiap harinya. Motivasi juga bergantung pada tujuan pribadi kita, bisa jadi kita mempunyai –motivasi untuk mendapatkan pekerjaan baru, motivasi untuk sukses dalam pendidikan, motivasi untuk hidup lebih baik, dan lainnya. Apapun itu, jangan pernah lupa untuk membuat daftar apa saja yang membuat saya bahagia hari ini. Buatlah daftar yang berbeda setiap harinya, tak terasa kita memiliki banyak hal untuk disyukuri dan alasan untuk selalu bahagia.

Di bawah ini saya juga ingin share beberapa blog/website yang memuat artikel-artikel positif. Semoga bermanfaat 🙂