Bis Kota (Sehabis Kerja)

Semua terasa tenggelam. Aku pada kantukku dan mereka pada perasaan gusar. Bis kota memang selalu berjalan lamban, menunggu pada tiap perhentian, menjemput satu per satu keletihan.

Setiap hari aku seperti mengulang mimpi. Berjalan menyusuri Sudirman, menyusup kembali dalam keramaian. Malam seperti rentetan doa yang panjang, doa ingin cepat pulang- doa agar pagi tak cepat datang (*)
Advertisements